29 October 2024

Pengumuman Penerimaan Anggota Forsepsi Bank Sampah Binaan PT Pegadaian 2024

Forsepsi bersama PT Pegadaian dengan bangga mengumumkan bahwa sebanyak 225 bank sampah di seluruh Indonesia telah resmi terpilih sebagai anggota Forsepsi (Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia), sebagai bagian dari program bank sampah binaan PT Pegadaian tahun 2024. Pengumuman ini menjadi tonggak penting dalam upaya untuk mendukung gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan di Indonesia.

Berikut daftar bank sampah yang lolos menjadi anggota Forsepsi Bank Sampah Binaan PT Pegadaian 2024 berdasarkan kantor wilayah PT Pegadaian :

 

Kantor Wilayah I Medan

  1. Bank Sampah Induk Berseri
  2. Bank Sampah Lobu Layan
  3. Bank Sampah Masjid Taqwa Dolok Maraja
  4.  Bank Sampah Dolah Recycle
  5. Bank Sampah Citra Aur
  6. Bank Sampah Kwala Bingai Indah
  7. Bank Sampah Panca Budi
  8. Bank Sampah Laskar Matahari
  9. Bank Sampah Hakim
  10. Bank Sampah Unit PKH Toba
  11. Bank Sampah Lestari Mawar Sejahtera

 

Kantor Wilayah II Pekanbaru

  1. Bank Sampah Bumi Hijau Recycle - Air Jamban
  2.  Bank Sampah Family Dream
  3. Bank Sampah Kurabu
  4. Bank Sampah Al Jero Waste Management
  5. Bank Sampah Unit Sakura Permai
  6. Bank Sampah Kota Tua Penagi
  7. Bank Sampah Berkah
  8. Bank Sampah Green Nongsa Clean
  9. Bank Sampah Saber Mandiri
  10. Bank Sampah Induk Berseri
  11. Bank Sampah Solinda
  12. Bank Sampah Raziq Damai Bersih
  13. Bank Sampah Unit Pelangi
  14. Bank Sampah Berdikari Mandiri
  15. Bank Sampah Taburosi
  16. Bank Sampah Mawar Utama
  17. Bank Sampah Sejahtera Bersama
  18. Bank Sampah Nahda

 

Kantor Wilayah III Palembang

  1. Bank Sampah Banksa SIP
  2. Bank Sampah Mandiri
  3. Bank Sampah Jujur
  4. Bank Sampah Sulur Berkah Jambi
  5. Bank Sampah Kenanga
  6. Bank Sampah Universitas Baturaja
  7. Bank Sampah Induk Hidayah

 

Kantor Wilayah IV Balikpapan

  1. Bank Sampah Ramli Sidodadi
  2. Bank Sampah Jaya Mandiri RT.12
  3. Bank Sampah Mentari
  4. Bank Sampah Cuan
  5. Bank Sampah Dewandaru
  6. Bank Sampah Paris Berkah
  7. Bank Sampah SMS (Sama-Sama Memilah Sampah)
  8. Bank Sampah Ramli Berseri

 

Kantor Wilayah V Manado

  1.  Bank Sampah Tuminting
  2. Bank Sampah Induk Kuntung
  3. Bank Sampah Mandiri
  4. Bank Sampah Lipu Mpodago

 

Kantor Wilayah VI Makassar

  1. Bank Sampah Lima Panrita SMAN 5 Soppeng
  2. Bank Sampah Mampasugi
  3. Bank Sampah Unit Nur Hidayah
  4. Bank Sampah SMPN 1 Buntao
  5. Bank Sampah Rasa Bersama
  6. Bank Sampah Sayang Rennu
  7. Bank Sampah Somidah
  8. Bank Sampah Earth Lovers
  9. Bank Sampah Unit Seroja Managsa
  10. Bank Sampah Mawar Kesatuan
  11. Bank Sampah Pusakana
  12. Bank Sampah Rusunawa Indah
  13. Bank Sampah Anging Mamiri
  14. Bank Sampah Rahmawati
  15. Bank Sampah Ambon Hijau
  16. Bank Sampah Bumi Lestari Maluku
  17. Bank Sampah Induk Padduppa
  18. Bank Sampah Kasipalaras SMA Negeri 7 Wajo
  19. Bank Sampah Bissampole Bersinar
  20. Bank Sampah Sipurennu
  21. Bank Sampah Kemuning

 

Kantor Wilayah VII Denpasar

  1. Bank Sampah Pertiwiku 
  2. Bank Sampah Induk Karaso Rasa Kota Bima 
  3. Bank Sampah Syuhada

 

Kantor Wilayah VIII Jakarta I

  1. Bank Sampah Jalak Green Collection 
  2. Bank Sampah Anyelir 
  3. Bank Sampah Permata Intan 
  4. Bank Sampah Berkah Srikandi 
  5. Bank Sampah Nusa Indah 
  6. Bank Sampah Annisa 
  7. Bank Sampah Tunas Harapan 
  8. Bank Sampah Sakura 
  9. Bank Sampah Ganesha Lestari 13 
  10. Bank Sampah Unit Gempita 
  11. Bank Sampah Sumber Berkah 
  12. Bank Sampah Bias 
  13. Bank Sampah Ciwa Istiqomah 
  14. Bank Sampah Kemuning Jakarta Timur
  15. Bank Sampah Nasio 
  16. Bank Sampah RW 07 Rawajati 
  17. Bank Sampah Persatuan 
  18. Bank Sampah PPSU 
  19. Bank Sampah Seger Ayam

 

Kantor Wilayah IX Jakarta II

  1. Bank Sampah Kemuning 
  2. Bank Sampah Mawar 
  3. Bank Sampah Berbakti 
  4. Bank Sampah SMPN 248 Cengkareng 
  5. Bank Sampah Mawar 
  6. Bank Sampah Citra Antasari 
  7. Bank Sampah Palem RW. 07 
  8. Bank Sampah Berseri 
  9. Bank Sampah Berdikari 
  10. Bank Sampah Mina 
  11. Bank Sampah Mawar 
  12. Bank Sampah PPLG 
  13. Bank Sampah Melati 16 
  14. Bank Sampah Latulip RW 02 
  15. Bank Sampah Agung Jaya Raya 
  16. Bank Sampah Aster RW. 013 
  17. Bank Sampah Darling 
  18. Bank Sampah Sunter Muara 05 
  19. Bank Sampah Kenanga 07 
  20. Bank Sampah Rumah Cerdik 
  21. Bank Sampah Germapin 
  22. Bank Sampah Unyur Makmur 
  23. Bank Sampah Japos Bersih  

 

Kantor Wilayah X Bandung

  1. Bank Sampah Induk Sukabumi 
  2. Bank Sampah Unit Asri RW. 07 
  3. Bank Sampah Lacak 1 
  4. Bank Sampah The Bapoy 
  5. Bank Sampah Yuni Sarah 
  6. Bank Sampah Amal Haqiqi 
  7. Bank Sampah Berseka Jaya 
  8. Bank Sampah Unit Kartini 
  9. Bank Sampah Induk Sumedang 
  10. Bank Sampah Saluyu Bakteur 10 
  11. Bank Sampah Bina Mandiri Rukun Sejahtera 
  12. Bank Sampah Cuaks 
  13. Bank Sampah Al Kharimah 
  14. Bank Sampah Moms Siaga Gumelis 
  15. Bank Sampah Megu Lestari 
  16. Bank Sampah Seruni 
  17. Bank Sampah Induk Malangbong Bersemi 
  18. Bank Sampah Oh Darling 
  19. Bank Sampah Unit Darling 11
  20. Bank Sampah Induk Kabupaten Purwakarta 
  21. Bank Sampah Mandiri Bangle Sejahtera 
  22. Bank Sampah Induk Subang 
  23. Bank Sampah Jempol 
  24. Bank Sampah Jati Timbul 
  25. Bank Sampah Ikhtiar 
  26. Bank Sampah Paus Rumah Pelangi RW 06. 06 Pasteur 
  27. Bank Sampah Permata Labuan 
  28. Bank Sampah Mekar Berseri 
  29. Bank Sampah Sukses Mandiri 
  30. Bank Sampah Berkah (Saber( Kenanga 
  31. Bank Sampah Berseri 
  32. Bank Sampah Jembangan Jaya 
  33. Bank Sampah Berkah Limbah Cinde
  34. Bank Sampah Kebun Sampah 

 

Kantor Wilayah XI Semarang

  1. Bank Sampah Harapan Kita 
  2. Bank Sampah Dadi Asri 
  3. Bank Sampah Berlian Beringin 
  4. Bank Sampah Sidoberkah 
  5. Bank Sampah KSM Berkah Maslahah 
  6. Bank Sampah Sampurna Berkah 
  7. Bank Sampah Sarita 
  8. Bank Sampah Pesona 
  9. Bank Sampah Maju Jaya 
  10. Bank Sampah Sumber Urip 
  11. Bank Sampah Pa-Q-One 
  12. Bank Sampah Arto Moro 
  13. Bank Sampah Hasil Makmur Jaya 
  14. Bank Sampah Catur Membangun 
  15. Bank Sampah Mustika Poring 
  16. Bank Sampah Cikakak
  17. Bank Sampah Karangturi Berseri 
  18. Bank Sampah Muda Mandiri 
  19. Bank Sampah Murakabi 
  20. Bank Sampah Bina Lestari 
  21. Bank Sampah Dadi Berkah 
  22. Bank Sampah Inyong
  23. Bank Sampah Buncis 
  24. Bank Sampah Sendutan 
  25. Bank Sampah Tanjung Asri 
  26. Bank Sampah Sahabatku
  27. Bank Sampah Krasikan
  28. Bank Sampah Induk Kendal
  29. Bank Sampah Mojo Berkah 
  30. Bank Sampah Kurma 
  31. Bank Sampah Laskar Pelangi
  32. Bank Sampah Gedawang Asri 
  33. Bank Sampah Bumi Asri 
  34. Bank Sampah Induk Bersemi Grobongan 
  35. Bank Sampah Berkah Mulya 
  36. Bank Sampah Berkah Mandiri 
  37. Bank Sampah Teguhan Dadi Resik 
  38. Bank Sampah Tunas Kalifah 
  39. Bank Sampah Sumber Berkah 
  40. Bank Sampah Jalin Setia
  41. Bank Sampah Mawar 
  42. Bank Sampah Ngudi Resik 
  43. Bank Sampah Kranggan Asri 
  44. Bank Sampah Seroja 
  45. Bank Sampah Rejeki Lancar 
  46. Bank Sampah Berseri 
  47. Bank Sampah Mergo Resik 
  48. Bank Sampah Gemah Ripah 
  49. Bank Sampah Reksa Bumi Kencana 
  50. Bank Sampah Arum Kemuning 
  51. Bank Sampah Putri Asih Mandiri RW. XIV 

 

Kantor Wilayah XII Surabaya

  1. Bank Sampah Caruk Berseri 
  2. Bank Sampah Manfaat 
  3. Bank Sampah Sigarred
  4. Bank Sampah Induk Suropati 
  5. Bank Sampah Guru Wolu 
  6. Bank Sampah Trash4cycle Bank 
  7. Bank Sampah Kenanga 
  8. Bank Sampah Induk Berkah Sukomanunggal
  9. Bank Sampah Bumi Hijau
  10. Bank Sampah Omah Sampah Plumpang 
  11. Bank Sampah Sripeling 
  12. Bank Sampah Margo Utomo 
  13. Bank Sampah Kuat 
  14. Bank Sampah Berkah Mandiri 
  15. Bank Sampah Wani 
  16. Bank Sampah Dara Aisah 
  17. Bank Sampah Pelita
  18. Bank Sampah Toyoarum 
  19. Bank Sampah Kampung Dalang
  20. Bank Sampah Paguyuban Bank Sampah Mojo Elok
  21. Bank Sampah Yos 1 
  22. Bank Sampah Induk Mojokerto 
  23. Bank Sampah Rejoseri 
  24. Bank Sampah Mandiri Tambak Dukuh 
  25. Bank Sampah Berseri 
  26. Bank Sampah Jaya Makmur 

 

Melalui Forsepsi, PT Pegadaian berharap dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan hijau melalui peran aktif bank sampah di masyarakat. Diharapkan para anggota Forsepsi tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan sampah tetapi juga menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan.

Pengumuman ini merupakan langkah nyata PT Pegadaian dalam mengembangkan program yang memiliki dampak positif bagi lingkungan serta membangun kesadaran akan pentingnya tanggung jawab bersama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Selamat kepada bank sampah yang telah terpilih. Mari kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih hijau dan lestari!


Kegiatan Lainnya

FORSEPSI juga mengadakan berbagai kegiatan tambahan yang inovatif dan partisipatif.

Membangun Kemitraan Bank Sampah yang Berdampak dan Berkelanjutan: Pembelajaran dari Praktisi

Transformasi bank sampah menuju lembaga pengelola sampah yang profesional tidak dapat dilepaskan dari kemampuan membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan. Hal ini menjadi benang merah dalam kegiatan Ngobrol Pintar Soal Sampah Bareng FORSEPSI yang diselenggarakan pada 25 April 2026 oleh Bidang Pelatihan FORSEPSI. Kegiatan ini menghadirkan Yudha Tryanto dari Jambi dan Rian Hidayat dari Jawa Barat yang telah lebih dahulu mengembangkan model kemitraan dengan beragam pihak, mulai dari pemerintah daerah, institusi pendidikan, sektor swasta, hingga fasilitas layanan publik. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa pengelolaan bank sampah saat ini tidak lagi cukup diposisikan sebagai kegiatan berbasis komunitas semata, melainkan perlu diarahkan menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya pemahaman yang utuh terhadap peran bank sampah sebagaimana diatur dalam kebijakan nasional. Bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah terpilah, tetapi juga sebagai sarana edukasi, perubahan perilaku masyarakat, serta implementasi ekonomi sirkular. Dengan demikian, bank sampah memiliki legitimasi untuk menjalin kemitraan lintas sektor dalam rangka memperluas dampak pengelolaan sampah. Dalam praktiknya, keberhasilan membangun kemitraan tidak selalu ditentukan oleh ketersediaan fasilitas fisik. Justru, kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci yang menentukan. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa banyak inisiatif bank sampah tidak berkembang optimal karena belum didukung oleh tim yang solid, pembagian peran yang jelas, serta komitmen pelayanan yang konsisten. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pengelola menjadi fondasi utama sebelum memperluas kerja sama. Kemitraan yang efektif umumnya diawali dari relasi yang terbangun secara bertahap. Bank sampah dapat memulai dari lingkungan terdekat, seperti sekolah, kelompok masyarakat, pelaku usaha lokal, hingga fasilitas kesehatan. Dalam konteks yang lebih luas, peluang kerja sama juga terbuka dengan dinas terkait, program sosial, serta sektor swasta yang memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan sampah yang dihasilkannya. Dalam hal ini, prinsip bahwa penghasil sampah turut bertanggung jawab terhadap biaya pengelolaannya menjadi bagian penting dalam membangun model kemitraan yang adil dan berkelanjutan. Diskusi juga menekankan pentingnya kesiapan internal sebelum menjalin kerja sama. Aspek seperti kapasitas penampungan, kemampuan operasional tim, pemahaman terhadap kebutuhan mitra, serta perhitungan biaya yang transparan perlu diperhatikan secara cermat. Selain itu, penerapan standar operasional prosedur, sistem pencatatan, dokumentasi kegiatan, serta kesepakatan kerja sama yang jelas menjadi elemen penting dalam meningkatkan profesionalitas bank sampah. Pembelajaran dari para narasumber menunjukkan bahwa pengembangan bank sampah tidak harus dimulai dalam skala besar. Pendekatan bertahap dengan mengedepankan konsistensi layanan justru menjadi kunci dalam membangun kepercayaan mitra. Dalam jangka panjang, kepercayaan inilah yang akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan berdampak. Melalui kegiatan ini, FORSEPSI kembali menegaskan perannya sebagai ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi pengelola bank sampah di seluruh Indonesia. FORSEPSI tidak hanya menjadi wadah berbagi pengalaman, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antarpraktik baik yang berkembang di berbagai daerah. Dengan memperkuat jejaring dan mendorong pertukaran pengetahuan, FORSEPSI berkontribusi dalam mempercepat transformasi bank sampah menuju sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi. Pada akhirnya, penguatan kemitraan menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong keberlanjutan pengelolaan sampah. Bank sampah yang mampu membangun relasi, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan layanan yang konsisten akan memiliki posisi strategis dalam ekosistem pengelolaan sampah di tingkat lokal maupun nasional.

Silaturahmi yang Menguatkan: Belajar Kolaborasi Pengelolaan Sampah bersama FORSEPSI dan Pegadaian

Silaturahmi selalu punya cara sederhana namun kuat untuk menyatukan energi. Itulah yang terasa dalam kegiatan Halalbihalal & Silaturahmi FORSEPSI bersama PT Pegadaian yang diselenggarakan pada Sabtu, 28 Maret 2026 secara daring. Sebanyak 127 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam ruang virtual yang hangat. Bukan sekadar temu kangen pasca-Ramadhan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kolaborasi antara bank sampah dan Pegadaian sebagai mitra strategis. Silaturahmi yang Tidak Sekadar Seremonial Dalam sambutannya, Bapak Jainudin selaku Kepala Divisi ESG PT Pegadaian menegaskan bahwa hubungan antara Pegadaian dan FORSEPSI bukan sekadar hubungan program, tetapi kemitraan yang harus terus dirawat. Hubungan harmonis antara bank sampah dengan Pegadaian Cabang menjadi kunci keberhasilan di lapangan. Di beberapa daerah, kolaborasi ini sudah berjalan sangat baik—ditandai dengan dukungan nyata dari cabang Pegadaian, mulai dari fasilitasi kegiatan, komunikasi yang intens, hingga kehadiran langsung dalam kegiatan edukasi masyarakat. Namun di sisi lain, diskusi juga secara jujur mengangkat bahwa masih ada wilayah yang perlu memperkuat komunikasi dan membangun kepercayaan dengan cabang Pegadaian setempat. Di sinilah pentingnya peran pengurus bank sampah untuk aktif menjalin hubungan, bukan hanya menunggu. Dukungan Nyata: Dari Tenda hingga Kolaborasi Program Menariknya, dalam sesi diskusi terungkap berbagai bentuk dukungan konkret yang selama ini sudah diberikan. Mulai dari bantuan sederhana seperti peminjaman tenda untuk kegiatan edukasi, hingga peluang kolaborasi dengan pihak lain seperti dukungan kegiatan bersama mitra perusahaan. Hal-hal kecil seperti ini seringkali menjadi “bahan bakar” penting bagi gerakan di akar rumput. Karena bagi pegiat bank sampah, dukungan operasional sekecil apapun bisa berdampak besar terhadap keberlanjutan kegiatan. Diskusi juga menyinggung peluang kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan brand atau perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ini membuka ruang bahwa bank sampah tidak hanya bergerak sendiri, tetapi bisa menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas. Penguatan Legalitas dan Kelembagaan Isu lain yang juga cukup banyak dibahas adalah terkait legalitas dan kelembagaan, termasuk pentingnya Surat Keputusan (SK) sebagai dasar pengakuan formal. Legalitas ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk: menjalin kerja sama resmi, mengakses dukungan program, hingga membuka peluang pembiayaan. Bank sampah yang memiliki struktur dan legalitas yang jelas akan lebih mudah dipercaya, baik oleh pemerintah, mitra, maupun sektor swasta. Menjaga Semangat di Tengah Tantangan Dalam suasana yang santai namun bermakna, para peserta juga saling berbagi tantangan yang dihadapi di lapangan. Mulai dari dinamika pengurus, keterbatasan fasilitas, hingga tantangan menjaga konsistensi nasabah. Namun satu hal yang terasa kuat: semangat untuk terus bergerak tidak pernah padam. Silaturahmi ini justru menjadi pengingat bahwa setiap bank sampah tidak berjalan sendiri. Ada jaringan besar yang saling mendukung, saling belajar, dan saling menguatkan. Menutup dengan Harapan Bersama Kegiatan ini ditutup dengan pesan sederhana namun kuat: bahwa kolaborasi adalah kunci. Pengelolaan sampah bukan pekerjaan satu pihak. Ia membutuhkan kerja bersama—antara masyarakat, komunitas, pemerintah, dan sektor swasta. FORSEPSI dan Pegadaian telah menunjukkan bahwa kolaborasi itu nyata dan terus bertumbuh. Dari ruang Zoom sederhana, lahir energi besar untuk terus bergerak. Karena pada akhirnya, pengelolaan sampah bukan hanya tentang sampah—tetapi tentang masa depan lingkungan, ekonomi, dan kehidupan kita bersama.   Bidang Publikasi & Komunikasi FORSEPSI

FORSEPSI Menjadi Narasumber Pengelolaan Sampah di Ibu Kota Nusantara (IKN)

Upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur. Ia membutuhkan perubahan perilaku, desain sistem yang matang, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Inilah semangat yang terasa kuat dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Pada Kamis, 5 Februari 2026, FORSEPSI (Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia) binaan Pegadaian dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi bertajuk "Memilah Sampah, Menabung Emas" yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan ini dihadiri oleh bank sampah se-IKN serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang selama ini menjadi simpul penting penggerak masyarakat di tingkat tapak. NGOBRAS: Sampah Jadi Emas, dari Narasi ke Praktik Sesi kedua dilanjutkan dengan talkshow NGOBRAS (Ngobrol Santai) bersama FORSEPSI, Mayora, dan Plasticpay, mengangkat tema "Memilah Sampah Jadi Emas" yang menyasar 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN. Talkshow ini turut dihadiri oleh Deputi Area Kalimantan dan Kantor Wilayah Balikpapan, menandai kuatnya dukungan lintas pemangku kepentingan. Diskusi ini tidak berhenti pada ajakan normatif. Peserta diajak memahami bahwa sampah bernilai ekonomi jika dikelola dengan sistem yang benar---mulai dari pemilahan, pengumpulan, pencatatan, hingga insentif yang jelas dan adil. Skema tabungan emas menjadi contoh konkret bagaimana perilaku ramah lingkungan dapat terhubung langsung dengan manfaat ekonomi bagi individu. Menjadi sebuah kehormatan bagi FORSEPSI, tidak hanya dipercaya sebagai narasumber, tetapi juga dilibatkan dalam penyusunan grand design sistem pengelolaan sampah di kompleks ASN IKN berbasis tabungan emas. Keterlibatan ini menunjukkan pengakuan terhadap pengalaman FORSEPSI dalam mendampingi bank sampah di berbagai wilayah Indonesia, dari kota besar hingga pulau-pulau kecil. Grand design ini diharapkan mampu membangun sistem yang terintegrasi: menghubungkan rumah tangga ASN, bank sampah, offtaker, dan mekanisme insentif yang berkelanjutan. Bukan sekadar mengelola sampah, tetapi membangun ekosistem ekonomi sirkular yang berpihak pada pelaku di lapangan. Kolaborasi antara OIKN, FORSEPSI, dan mitra strategis lainnya menjadi sinyal penting bahwa pengelolaan sampah di IKN tidak diletakkan sebagai urusan pinggiran. Ia diposisikan sebagai bagian dari desain kota masa depan: terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Bagi FORSEPSI, keterlibatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa gerakan bank sampah---yang tumbuh dari masyarakat---memiliki peran strategis dalam kebijakan nasional. Dari edukasi di tingkat warga hingga kontribusi dalam perencanaan kota, bank sampah bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari solusi sistemik pengelolaan lingkungan di Indonesia.